Rabu, 02 Maret 2016

Burung

Burung gelatik batu Eropa, Parus major.
Burung atau unggas adalah anggota kelompok hewan bertulang belakang (vertebrata) yang memiliki bulu dansayap. Fosil tertua burung ditemukan diJerman dan dikenal sebagaiArchaeopteryx.
Jenis-jenis burung begitu bervariasi, mulai dari burung kolibri yang kecil mungil hingga burung unta, yang lebih tinggi dari orang. Diperkirakan terdapat sekitar 8.800 – 10.200 spesies burung di seluruh dunia; sekitar 1.500 jenis di antaranya ditemukan di Indonesia. Berbagai jenis burung ini secara ilmiah digolongkan ke dalam kelas Aves.
Kebanyakan burung harus makan makanan sekurang-kurangnya setengah dari berat badan mereka setiap hari.[butuh rujukan]

KlasifikasiSunting

 Lempengan batu dengan fosil tulang dan impresi bulu burung
Archaeopteryx lithographica sering dianggap sebagai burung tertua yang diketahui.
Klasifikasi ilmiah burung pertama kali dikembangkan oleh Francis Willughbydan John Ray pada tahun 1676 dalam edisi Ornithologiae.[2] Carolus Linnaeusmerubah klasifikasi tersebut tahun 1758untuk merancang tata nama biologiyang digunakaan saat ini.[3]

Burung dan manusiaSunting

Burung telah memberikan manfaat luar biasa dalam kehidupan manusia. Beberapa jenis burung, seperti ayam,kalkun, angsa dan bebek telah didomestikasi sejak lama dan merupakan sumber protein yang penting; baik daging maupun telurnya.[butuh rujukan]

DistribusiSunting

 small bird withpale belly and breast and patterned wing and head stands on concrete
Persebaran Burung-gereja Rumahtelah berkembang secara dramatis akibat aktivitas manusia.[4]
Burung hidup dan berkembangbiak pada sebagian besar habitat darat dan pada tujuh benua, hingga mencapai koloni ekstrim mereka pada koloni perkembangbiakan Petrel Salju hingga pada ketinggian 440 kilometre (270 mil) di pedalaman Antartika.[5] Diversitastertinggi burung terdapat di wilayahtropis. Ini juga sudah dipikirkan sebelumnya bahwa keragaman tertinggi burung adalah hasil dari tingkatspesiasi di daerah tropis, bagaimanapun studi terbaru menemukan spesiasi tingkat tertinggi dilintang tinggi yang diimbangi dengan tingkat kepunahan lebih besar daripada di daerah tropis.[6] Beberapa familiaburung telah beradaptasi terhadap kehidupan baik di lautan dunia dan pada diri mereka, dengan beberapaspesies burung laut datang ke darat hanya untuk berkembangbiak[7] dan beberapa penguin telah tercatat menyelam hingga kedalaman 300 metre (980 ft).[8]
Banyak spesies burung yang telah membangun populasi perkembangbiakan di wilayah mereka yang diintroduksi oleh manusia. Beberapa introduksi memang disengaja; contohnya Puyuh Biasa, diintroduksi ke seluruh dunia sebagaiburung buruan.[9] Yang lain karena ketidaksengajaan, seperti pembentukan populasi Parkit Pendeta liar di beberapakota di Amerika Utara setelah pelarian mereka dari penangkaran.[10] Beberapa spesies, termasuk Kuntul Kerbau,[11]Karakara Kepala-kuning[12] dan Kakatua Galah,[13] memiliki telah menyebar secara alami melampaui rentang asli mereka sebagai praktek agrikulturalyang membuat habitat baru mereka yang sesuai.

EkologiSunting

Sebagian besar burung menempati berbagai lokasi dalam ekologi. Sementara beberapa burung umum yang lain menempati tempat yang sangat khusus di habitatnya atau berdasarkan dimana letak jenis makanannya berada. Bahkan di dalam sebuah habitat tunggal, seperti hutan, area ini bisa ditempati oleh berbagai jenis burung yang bervariasi, dengan beberapa spesies hidup dalam hutan kanopi, beberapa di bawah kanopi itu sendiri, serta beberapa yang lainnya dalam dalam hutan itu sendiri. Burung yang hidup di sekitar perairan umumnya mencari makanan dengan memancing, memakan tanaman, dan membajak makanan hewan lain. Burung pemangsa mengkhususkan diri pada berburu hewan atau burung lain.

Macam-macam burungSunting

AncamanSunting

Indonesia menjadi pemilik dari 1.594 jenis spesies burung dan menjadinegara ke lima terbesar dunia dari 10.000 jenis satwa itu yang kini berkembang biak.[14] Hanya sajapopulasi yang banyak itu kini terancam punah akibat rusaknya habitat mereka yang menjadi tempat berkembang biak dan mencari makanan. Kini lima puluh persen jenis burung di dunia terancam punah karena habitatnya terusik kegiatan manusia.[14]
Semisal, jenis-jenis merpati hutan (Columba sp.), uncal (Macropygia sp.), delimukan (Chalcopaps sp. danGallicolumba sp. ), pergam (Ducula sp.), dan walik (Ptilinopus sp.) merupakan keluarga merpati yang memiliki ketergantungan sangat tinggi dengan habitat hutan.[14]

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Brands, Sheila (14 August 2008)."Systema Naturae 2000 / Classification, Class Aves". Project: The Taxonomicon. Diakses tanggal 11 June 2012.
  2. ^ del Hoyo, Josep; Andy Elliott; Jordi Sargatal (1992). Handbook of Birds of the World, Volume 1: Ostrich to Ducks. Barcelona: Lynx Edicions. ISBN 84-87334-10-5.
  3. ^ (Latin) Linnaeus, Carolus (1758).Systema naturae per regna tria naturae, secundum classes, ordines, genera, species, cum characteribus, differentiis, synonymis, locis. Tomus I. Editio decima, reformata. Holmiae. (Laurentii Salvii). p. 824.
  4. ^ Newton, Ian (2003). The Speciation and Biogeography of Birds. Amsterdam: Academic Press. p. 463. ISBN 0-12-517375-X.
  5. ^ Brooke, Michael (2004). Albatrosses And Petrels Across The World. Oxford: Oxford University Press. ISBN 0-19-850125-0.
  6. ^ Weir, Jason T.; Schluter, D (March 2007). "The Latitudinal Gradient in Recent Speciation and Extinction Rates of Birds and Mammals". Science 315(5818): 1574–76.doi:10.1126/science.1135590.ISSN 0036-8075. PMID 17363673.
  7. ^ Schreiber, Elizabeth Anne; Joanna Burger (2001). Biology of Marine Birds. Boca Raton: CRC Press. ISBN 0-8493-9882-7.
  8. ^ Sato, Katsufumi; N; K; N; W; C; B; H; L (1 May 2002). "Buoyancy and maximal diving depth in penguins: do they control inhaling air volume?". Journal of Experimental Biology 205 (9): 1189–1197. ISSN 0022-0949.PMID 11948196.
  9. ^ Hill, David; Peter Robertson (1988).The Pheasant: Ecology, Management, and Conservation. Oxford: BSP Professional.ISBN 0-632-02011-3.
  10. ^ Spreyer, Mark F.; Enrique H. Bucher (1998). "Monk Parakeet (Myiopsitta monachus)". The Birds of North America. Cornell Lab of Ornithology. doi:10.2173/bna.322.
  11. ^ Arendt, Wayne J. (1 January 1988). "Range Expansion of the Cattle Egret, (Bubulcus ibis) in the Greater Caribbean Basin". Colonial Waterbirds 11 (2): 252–62. doi:10.2307/1521007. ISSN 0738-6028. JSTOR 1521007.
  12. ^ Bierregaard, R.O. (1994). "Yellow-headed Caracara". Di Josep del Hoyo, Andrew Elliott and Jordi Sargatal (eds.).Handbook of the Birds of the World. Volume 2; New World Vultures to Guineafowl. Barcelona: Lynx Edicions.ISBN 84-87334-15-6.
  13. ^ Juniper, Tony; Mike Parr (1998).Parrots: A Guide to the Parrots of the World. London: Christopher Helm.ISBN 0-7136-6933-0.
  14. ^ a b c "Populasi Burung di Indonesia Lima Besar Dunia". Indonesia Berprestasi.

Pranala luarSunting

Tidak ada komentar:

Posting Komentar